Yamaha Mio Fino,Siap Bersaing Dengan Honda Scoopy

PT Yamaha Motor Indonesia bergerak cepat di bulan pertama tahun 2012 ini. Setelah meluncurkan Yamaha Jupiter Z White, Yamaha Jupiter MX, Yamaha Byson, dan Yamaha Mio J, kini giliran skutik baru mereka luncurkan yaitu Yamaha Mio Fino.

Mengambil tagline “Mio Fino, Fashionable Matic”, Yamaha menawarkan tiga varian Fino. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion yang dibanderol Rp 13,5 juta. Sedangkan Mio Fino Classic dipasarkan Rp 13,65 juta.
Fino dan Scoopy memang tak berbeda jauh.

Ketiga pilihan tema Mio Fino ini, kata Indra, merepresentasikan karakter anak-anak muda dan wanita yang ingin tampil bergaya di atas tunggangan skutik modern dengan warna-warna terang dan ceria. Total, Fino tersedia dalam tujuh pilihan warna yaitu Fashion Cyan, Fashion Pink, Classic Red, Classic Black, Sports Black, Sports Blue dan Sports Red.

Fino untuk pasar Indonesia ini memiliki perbedaan dengan model yang dijual di Thailand. Perbedaan antara lain terletak pada posisi lampu senja dan lampu utama. Posisi lampu senja Fino Indonesia lebih style dengan bingkai (frame) dan aksen warna krom. Lampu utama Fino Indonesia diberikan tudung atau penutup yang bentuknya maju ke depan seperti yang terdapat pada mobil-mobil klasik. Speedometer dan fuel meter Fino Indonesia dipisah agar terlihat unik dan mudah dimodifikasi.

Fino dilengkapi dengan lampu yang menyala otomatis ketika mesin menyala alias Automatic Headlight On (AHO), Fuel Meter speedometer, Front Pocket, CVT engine dan tail light.

Memiliki mesin 4 Langkah, 2 Valve SOHC dengan kapasitas 113 cc dengang menggunakan karburator. Mesin yang diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 8,35 PS pada putaran 8.000 rpm. Dengan torsi puncak mencapai 7,84 Nm di 7.000 rpm.

Inilah hasil test ride yang di lakukan oleh team motor plus

Handling
Duduk di atas joknya, rasanya tak jauh beda dengan Yamaha Fino yang sudah lebih dulu didatangkan dari Thailand. Bahkan dengan Fino jadi-jadian, modifikasi Mio Sporty atau Mio Soul berbaju Fino juga sama saja.

Joknya lebih lebar dan terasa datar begitu juga dengan pijakan kakinya yang lumayan lega. Asiknya model setang batangan tanpa penutup ini rasanya lebih tinggi ketimbang Mio series yang lain. posisi duduknya jadi lebih tegak dan nyaman.

Untuk pengendara dengan tinggi badan 165 cm, tinggi Yamaha Mio Fino ini juga tidak terlalu menyiksa. Meski jok lebar dan harus sedikit mengangkang tapi kedua kaki tetap menapak sempurna ke aspal.

Bobot isi yang cuma 94 kg juga memudahkan wanita ketika mengendarainya. Kaki tidak perlu menahan beban terlalu berat.

Waktu duduk di posisi boncenger juga terasa nyaman. Alas pantatnya lebar dan terasa empuk dan posisi kaki tidak terlalu menekuk. Sayangnya posisi footstep pembonceng ini masih tetap terlalu keluar, waktu riding jangan lupakan kaki boncenger, jangan sampai nyangkut!

Lalu bagaimana dengan handlingnya? Buat yang sudah pernah geber Mio Sporty atau Soul dijamin mirip-mirip. Pasalnya tiga motor ini punya platform rangka dan mesin yang tidak jauh beda. Tetap lincah dan easy to ride khas Mio series.

Untuk menikung patah di sekitar lokasi test ride yang disediakan Yamaha di Cihampelas Walk, terasa mudah. Karena ringan putar balik jadi gampang dilakukan. Cocok buat pengendara wanita yang secara segmen memang dituju oleh Yamaha dengan produk ini.

Performa
Waktu kunci kontak diputar dan tombol electric starter-nya di pencet, mesin langsung meraung halus. sejak putaran bawah tenaga terasa responsif.

Tiap selongsong gas dibuka, tarikannya cukup cepat untuk matik dengan mesin 113 cc ini. Motor yang dilengkapi dengan mesin serupa dengan Mio Soul ini mengusung mesin satu silinder SOHC yang masih menggunakan karburator, Yamaha mengklaim tenaganya mencapai 8,35 ps di 8.000 rpm dan torsi 7,84 Nm di 7.000 rpm.

Sayangnya karena keterbatasan ruang test yang diberikan Yamaha, kecepatan tidak pernah lebih dari 60 km/jam. Nanti dalam sesi test ride, kita bahas lebih dalam ya!

Berikut spesifikasi lengkap Mio Fino

Dimensi

Panjang x Lebar x Tinggi: 1.830x705x1.050 mm
Jarak Sumbu roda: 1.240 mm
Jarak terendah ke tanah: 125 mm
Tinggi tempat duduk: 745 mm
Berat isi: 94 kg
Kapasitas tangki: 4,1 liter

Mesin

4 Langkah, 2 valve SOHC, pendingin kipas
Volume Silinder 113,7 cc
Diameter x langkah: 50,0x 57,9
Rasio kompresi: 8,8:1
Daya maksimum: 8,35 Ps (6,14 kw pada 8.000 rpm
Torsi maksimum: 7,84 Nm pada 7.000 Rpm
Starter: Electric dan kick starter
Sistem bahan bakar: karburator
Tipe kopling: Kering, kopling sentrifugal otomatis

Sumber:tempo.co
suaramerdeka.com
motorplus.otomotifnet.com
otomotif.kompas.com

Perihal KUAT
saya kuat abu menjadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: