Waspada,,,,Game Tuhan di Facebook

Bagi anda pecinta game di jejaring sosial facebook waspadalah karena ada game yang menjadikan pemainya layaknya tuhan seperti apa game tersebut berikut ulasannya dari republika.co.id

Adalah game baru ‘Idle Worship’ yang memicu keberatan dari sebagian kalangan dengan permainan ‘menjadi tuhan’ bagi yang memainkannya.

Sejak dirilis pada Maret lalu, game keluaran perusahaan perangkat lunak Idle Games ini langsung melejit di jajaran tangga game terfavorit di dunia maya.

Ide utama permainan ini adalah mensimulasikan para gamers untuk bermain sebagai tuhan. Dalam game ini, para pemain dapat digambarkan dapat menciptakan makhluk dari lumpur.

Makhluk tersebut disebut sebagai bangsa Mudling atau manusia lumpur. Tujuan dari permainan ini adalah untuk menciptakan peradaban dan agama sebesar mungkin. Pemain dibebaskan memperlakukan makhluk mereka demi mendapat pemeluk agama sebanyak-banyaknya.

Agar terus dapat disembah oleh para Mudling, pemain dibebaskan untuk memperlakukan makhluk-makhluk sesuai kehendak hati. Pemain bisa memberikan siksaan, mengirim bencana alam, menjatuhkan kutukan dan sebagainya untuk menunjukkan eksistensinya.

Pemain juga dapat berbuat baik pada makhluknya dengan mengirimkan utusan atau nabi dan memberikan berbagai macam anugerah. Pemain juga dapat memerintahkan makhluk-makhluknya untuk berperang melawan bangsa Mudling lain milik pemain lainnya yang terhubung lewat jaringan internet.

Kolumnis di laman Forbes, Dave Their, menyebut Idle Worship merupakan game paling ambisius yang pernah merambah Facebook. Ia memprediksi game ini dapat menjadi salah satu game terfavorit di dunia maya.

Game ini juga dinilainya dapat merubah haluan game-game sosial di masa mendatang.

“Idle Worship adalah ‘god game’, di mana setiap pemain mengontrol ketuhanannya, beberapa pulau, dan bangsa Mudling yang hidup dalam pulau tersebut,” kata dia seperti dilansir Forbes.com.

IKADI Mengecam

Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) prihatin dengan munculnya permainan ‘menjadi tuhan’ dalam game Idle Worship di situs jejaring sosial Facebook.

Selain dilarang oleh agama, permainan itu juga berbahaya bagi pertumbuhan psikologis para pemainnya, terutama anak-anak dan remaja. “Mempermainkan sesuatu yang disakralkan adalah sebuah tindakan yang berbahaya. Bahkan hal itu dilarang dalam Islam,” kata Ketua Pengurus Pusat IKADI, Ahmad Satori Ismail, kepada Republika, Sabtu (4/8).

Ia menjelaskan, ajaran Islam melarang umatnya melakukan sesuatu yang dapat mengarah pada penistaan agama. Ia mencontohkan, haram hukumnya bagi seorang Muslim untuk menghina atau mempermainkan simbol-simbol dari agama lain. “Itu artinya kita tidak boleh menjadikan masalah ketuhanan, kenabian atau simbol-simbol agama sebagai barang mainan. Dalam Alquran disebutkan bahwa orang-orang yang mempermainkan persoalan agama adalah ciri-ciri orang munafik,” tuturnya.

Ia menilai permainan tersebut dapat mempengaruhi psikologis para pemainnya. Terlebih, akan semakin berbahaya jika game itu dimainkan oleh anak-anak dan remaja yang masih mencari jati diri. “Jika anak-anak dibiasakan bermain sebagai tuhan yang bisa berbuat segala hal, maka itu akan membentuk karakter yang selalu ingin berbuat sekehendak hatinya,” tandasnya.

Perihal KUAT
saya kuat abu menjadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: