Memori dari Sebuah Rumah Sederhana

Illustrasi

Sore itu lebaran pertama saya pergi ke suatu tempat tak jauh dari tempat tinggal bersama kakak, jaraknya tak terlalu jauh cuma lima menit menggunakan sepeda motor .Meskipun dekat kami jarang mengunjungi tempat itu karena tak ada kerabat yang tinggal disana.

Setelah sampai kami berhenti di depan sebuah rumah dengan cat putih menghiasa setiap dinding terlihat sangat sederhana mungkin lebih pantas di bilang sebuah gubuk karena hanya terbuat dari kayu dan anyaman bambu.Tak ada tembok dari batu batu tak ada lantai keramik di teras atau dalamnya hanya beralaskan lantai alam yaitu tanah, tak ada  instalasi listrik terpasang bahkan tak ada kamar mandi karena di belakangnya ada sungai sehingga kegiatan MCK di lakukan di sungai.Rumah itu telah usang di makan usia bangunannya sudah mulai runtuh karena bilik bambu dan kayu sudah mulai menua.Aku terharu seakan ingin meneteskan air mata melihat rumah yang telah rapuh seakan tak rela jika ia harus roboh karena tak kuat lagi berdiri.

Rumah itu telah memberikan ku banyak kenangan yang tak mungkin di lupakan oleh ku dan seluruh keluarga.Di bangunan yang sederhana itu telah menjadi saksi bagi kami sekeluarga di lahirkan.Menghabiskan masa kecil di situ dan mengukir kebersamaan  bersama nenek dan mbah buyut yang kala itu masih hidup.Ingin ku kembali ke masa itu dan mengulang kenangan indah bersama.Di depan pintu ku berdiri seakan ada magnet yang menarik ku untuk memasukinya namun terkunci oleh gembok yang melingkari pintu,yah rumah itu sekarang di tinggali oleh kakek dari adik nenek  namun kakek  itu sering bepergian entah kemana mengunakan sepeda padahal kondisinya sudah membahayakan karena pendengaranya sudah tak lagi sempurna.

Dari dulu hingga sekarang rumah itu tak banyak berubah masih sama seperti dulu hanya sekitarnya yang berubah, tambah banyak bangunan dan bagus bagus pula cuma rumah keluarga kami yang berbeda dari lainya.Saat kami datang para tetangga menyambut kami dengan hangat sepertinya jarak dan waktu tak membuat mereka melupakan kami.Aku senang bisa mengunjungi rumah yang dulu menjadi saksi atas kebersamaan indah masa lalu.

Rumah itu akan tetap ada di hati kami sekeluarga karena dari situlah kami bermulai memulai kehidupan ini,Apa pun dan bagaimana pun kondisi rumah itu bagi ku sangat indah.Meskipun  berlantai tanah dan beratapkan genteng jawa dan bertembokan anyaman bambu namun semua itu tak menghalangi ku untuk bilang “bangunan itu luar biasa.”

Perihal KUAT
saya kuat abu menjadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: