Pelajar tewas Usai Duel Maut

Ilustrasi

KEBUMEN-Seorang pelajar asal Desa Kutosari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen tewas dan dua lainnya luka-luka setelah terlibat dalam perkelahian di Jalan Kenanga persisnya di depan SDN 1 Pejagoan, Selasa (11/9) sekitar pukul 20.30.

Korban tewas Pinsah Bintang Ashari (15) warga RT 06 RW 03 Desa Kutosari, Kebumen.
Korban yang merupakan pelajar di SMK Nawa Bhakti itu diduga dihantam pecahan batu cor di bagian kepala. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Sruweng, namun karena luka yang terlalu parah, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sedangkan korban luka-luka adalah Asrori (15) dan Fahrul (14) keduanya warga Desa Kutosari.

Korban meninggal telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat, Rabu (11/9) sekitar pukul 14.00. Sebelumnya jasad korban dibawa ke RSUD Margono Purwokerto untuk menjalani autopsi. Sedangkan dua korban luka-luka masih mendapat perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng.

Menurut Fahrul, kejadian itu bermula Asrori menerima pesan singkat dari seseorang yang intinya disuruh datang ke depan Kecamatan Pejagoan. Kemudian Asrori ditemani tiga orang yakni, Bintang, Kiki Setiawan dan dirinya mendatangi lokasi kejadian.

Tidak Kenal

Di lokasi kejadian, ternyata Asrori berduel dengan seseorang yang tidak dikenal. Atas urusan apa mereka mengaku tidak mengetahui persis. Yang jelas saat itu lawan Asrori membawa dua teman. Namun ketika Asrori menang berkelahi tiba-tiba puluhan orang datang menyerang. Dari empat orang itu hanya Kiki Setiawan yang tidak mengalami luka karena berhasil kabur.

“Saya tidak tahu apa-apa, tapi ikut dipukuli,” ujar Fahrul saat ditemui di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.
Yang menarik, sejumlah saksi mengaku tidak mengetahui kelompok mana melakukan pengeroyokan tersebut. Sedangkan saksi utama Asrori masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih lemah. Bocah yang diketahui sebagai pelajar SMP Taman Dewasa itu mengalami luka di bagian mata dan perut bagian dalam.

Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi tidak banyak berkomentar saat dimintai tanggapan atas kejadian itu. Dia menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. “Kami masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari para saksi,” ujar AKBP Heru Trisasono didampingi Kapolsek Pejagoan AKP Tri Warso Nurwulan saat mendatangi Mapolsek Pejagoan.

Hal senada disampaikan Kapolsek Pejagoan AKP Tri Warso Nurwulan. Terhadap siapa pelaku perkelahian dan motif di dalamnya masih dalam penyelidikan. Pihaknya mengamankan pecahan batu cor yang diduga untuk menghantam korban sebagai barang bukti.

Suaramerdeka.com

Perihal KUAT
saya kuat abu menjadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: