Biografi Samidi ‘Curanmor’

Mungkin dari kita sudah tak asing lagi dengan humor banyumasan yang di putar di radio yaitu curanmor curahan perasaan dan humor.Komedi radio ini penuh dengan kritik sosial di sampaikan dengan gaya khas yang lucu dan menghibur sehingga para pendengarnya  tertawa sejenak jika  kamu ingin  mendengarkan curanmor klik saja DISINI.Bukan hanya di kenal di daerah asalnya saja di cilacap. Acara curanmor juga telah di kenal banyak orang dari berbagai kalangan di jawa tengah .Sebenarnya siapa di balik kesuksesan acara curanmor dan siapa pula orang lucu di balik acara yang membuat setiap orang yang mendengarkan tertawa dialah samidi pemuda kelahiran cilacap jawa tengah.

Berikut sekilas tentang samidi di kutip dari blog pribadinya

Samidi

Nama : Samidi
TTL : Cilacap, 3 Mei 1983
Alamat : Jln. Bisma no 24 Gumilir Cilacap
Handphone : 0857 262626 67
E-mail : tradio_up4@yahoo.com
Istri : 1 (satu)
Anak : 1 (satu)
Hobi : Menyanyi
Interest : Saat bikin orang tertawa
Pendidikan : 1. SDN GUMILIR 04
2. SMPN 05 CILACAP
3. SMKN 2 CILACAP
Informal : Professional College of Broadcasting PURWOKERTO

Awal Samidi menekuni dunia intertainment bermula dari ketertarikan menjadi seorang penyiar radio, tahun 90-an. Saat itu samidi menjadi pendengar salah satu radio di Cilacap. Melihat begitu “nikmat”nya menjadi seorang penyiar yang setiap hari terkesan bahagia dan dikenal banyak orang (artist local) membuat obsesi samidi yang saat itu masih duduk di bangku STM/SMK untuk mengikuti jejak sang idola, semakin besar.

Hingga akhirnya setelah sekolah tingkat menengah atas terselesaikan, dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan informal, dengan mengikuti kursus mengenai dunia kepenyiaran di Professional College of Broadcasting (PCB) Purwokerto. Di PCB  mendapat pelajaran mengenai bagaimana cara menjadi penyiar, memproduksi iklan radio, menjadi seorang pembawa acara, dan lain-lain selama 4 bulan.

Dengan bekal keinginan besar dan kemampuan yang sudah ia  kantongi,ia mendaftarkan diri menjadi penyiar radio di PT. Radio Swara Yasfi Indah Cilacap (Radio Yasfi FM Cilacap). Program orientasi dan training dia lalui selama 3 (tiga) bulan, hingga tiba saatnya samidi harus mencari nama panggilan udara yang ‘pantas’ . Di awal karier menjadi penyiar radio (1 Januari 2002) dia menggunakan nama udara Ardhian Duta, mengingat nama asli  yakni Samidi, tidak membuat  percaya diri. Sosok Ardhian Duta (Samidi-red) adalah penyiar radio dengan karakter anak muda yang ‘gaul abis’.

Hingga satu saat, ketika Radio Yasfi FM merubah format program-nya menjadi radio news, nama penyiar disarankan untuk menggunakan nama asli, agar semua informasi / berita yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan sedikit berat, dia pun mengganti nama udara  menjadi Samidi.

Bertepatan dengan berubahnya nama panggilan udara Radio Yasfi menjadi Yes Radio, samidi diangkat menjadi Program Director yang bertanggung jawab atas seluruh mata acara di Yes Radio. Saat menjadi seorang Program Director inilah dia merasa harus selalu mencari ide-ide segar untuk merancang dan melaksanakan program-program radio bersama dengan azas teamwork.

Awal Mula Acara Curanmor

Pada tahun 2005, munculnya sejumlah acara berbau humor di layar kaca, membuat samidi mempunyai ide untuk membuat program radio yang berisi cerita-cerita humor. Kemudian dia menunjuk salah satu penyiar bernama Arif Budiman untuk membuat sebuah sisipan acara yang sarat dengan cerita-cerita lucu pada acara Goyang Gayeng. Goyang Gayeng diputar setiap malam, mulai pukul 22.00 wib dengan durasi 2 jam. Muncul ide dari Arif Budiman untuk menamakan sisipan acara tersebut dengan nama Curanmor, singkatan dari Curahan Perasaan dan Humor.

Dengan gaya a la Banyumas, Arif membawakan cerita-cerita lucu secara langsung (live). 2 (dua) bulanan sisipan acara itu melekat pada acara Goyang-Gayeng. Namun setelah saya amati, cerita-cerita lucu yang dibawakan oleh Arif Budiman seharusnya mampu menghibur. Namun akibat konsep, kemasan acara, dan keterbatasan perbendaharaan kata yang kurang sempurna , membuat Curanmor versi Arif Budiman kurang menarik.

Akhirnya diakhir tahun 2005 setelah melalui kesepakatan bersama tim, acara tersebut samidi ambil alih, dan menjadi Curanmor (Curahan Perasaan dan Humor) a la Samidi.

Selain dari hasil pencarian di internet, ide cerita dalam Curanmor dia dapatkan dari buku cerita humor, cerita dari teman-teman, dan karangan sendiri. Dalam proses penggarapanya, saya awali dengan memahami sebuah cerita lucu. Setelah itu,  coba kemas dalam bahasa dan logat Banyumas – Cilacap. Selain logat Banyumas yang sangat kental, effect suara yang saya gunakan dengan bantuan program computer, membuat Curanmor tampil lebih segar.

Satu tahun berjalan, di sepanjang tahun 2006 Curanmor semakin di minati oleh pendengar. Bahkan menjadi acara yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat pendengar radio di Cilacap dan sekitarnya yang dapat menangkap jangkau siar Yes Radio. Untuk lebih mendekatkan dengan pendengar, disamping juga menggali ide cerita dari pendengar, kami meminta mereka untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan kisah lucu dengan imbalan 1 (satu) buah kaset berisi belasan rekaman cerita Curanmor bagi cerita yang dimuat.

Curanmor di Dunia Maya

Entah dari mana awalnya tiba-tiba pada tahun 2007, rekaman-rekaman cerita Curanmor dapat di download di internet. Padahal dari pihak Yes Radio sendiri tidak pernah mengupload cerita-cerita tersebut ke website manapun. Popularitas program Curanmor meluas, hingga ke beberapa kota di Jawa Tengah. Kaum mahasiswa dari Purwokerto & Yogyakarta yang berasal dari Cilacap, menceritakan bahwa teman-teman kampus mereka banyak yang sudah memiliki rekaman Curanmor. Bahkan ada pula yang menggandakan rekaman Curanmor untuk dijual. Kini, bukan hanya masyarakat Cilacap saja yang dapat menikmati Curanmor. Namun beberapa kota di Jawa Tengah pun mulai mengenal Curanmor. Popularitas Curanmor membuat sejumlah mahasiswa dari Yogyakarta dan Purwokerto pun tertarik untuk melakukan penelitian, sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah mereka.

Namun di awal tahun 2008, dia menerima sebuah tawaran untuk bekerja menjadi penyiar radio di Radio milik Pertamina (persero) RU IV Cilacap. Alhasil hal tersebut membuat samidi harus mengundurkan diri dari Yes Radio yang secara otomatis juga membuat produksi Curanmor a la Samidi harus berhenti pada episode ke 220. Setelah beberapa bulan Yes Radio memutar ulang cerita-cerita lama Curanmor, akhirnya acara itupun akhirnya tidak terdengar lagi di Yes Radio.

Pada pertengahan tahun 2008, dia mendapatkan tawaran untuk membuat program serupa di sebuah jaringan radio se Jawa Tengah dan DIY, yakni RCM Radionet. Mengingat waktu yang tidak mengikat dan diputar di belasan radio yang tersebar di masing-masing kota di Jawa Tengah, membuat samidi tertarik untuk memproduksi acara serupa dengan nama KAJUR SEDEP. Namun, kesibukan di Radio milik Pertamina (persero) RU IV Cilacap, ditambah dengan side job menjadi Master of Ceremony (MC) membuat KAJUR SEDEP hanya selesai dalam beberapa puluh episode saja.

sumber:http://samidicuranmor.multiply

Perihal KUAT
saya kuat abu menjadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik

One Response to Biografi Samidi ‘Curanmor’

  1. SAMIDI IS THE BEST FOR CILACAP..!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: