Obrolan di Warung Angkring

Warung angkring selain sebagai tempat mengisi perut namun bisa pula di jadikan sebagai tempat mengobrol layaknya warung kopi dari orang yang sama sama menikmati sajian angkringan seperti nasi kucing aneka gorengan jahe susu es teh kopi menjadi tampak akrab meskipun tidak saling kenal.

Pernah suatu kali saya temuai seorang pria mungkin usia sekitar 40an saat di angkring cerita panjang lebar tentang kehidupanya,menurut penjual angkring dia memiliki usaha jual beli mobil.Dia bercerita ingin berusaha menghilangkan kebiasaan merokok yang akut sehari bisa lebih dari 5 bungkus,batuk sudah tentu pasti makanya cara apa pun di lakukan agar candu tembakau hilang dari kehidupanya.

Ada pula seorang pria setengah baya waktu itu bercerita bahwa dia ingin menikahi seorang janda namun dengan syarat anaknya sang calon itu harus ikut mertuanya karena menurut dia buat apa merawat anak tiri besok juga tidak bakalan ingat ketika dewasa.Dalam hati ku berkata mending jangan nikah sekalian mana mungkin ada wanita yang mau menikah dengan pria yang tidak cinta terhadap anaknya.

Perihal KUAT
saya kuat abu menjadikan setiap pengalaman adalah pelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: